Tag Archives: polis

Polis Asuransi Jiwa dan Amnesti Pajak Indonesia 2016-2017

20 Aug

Sudah 1 bulan berlalu sejak Amnesti Pajak dimulai. Program Amnesti Pajak ini dimulai 15 July 2016 sampai 31 Maret 2017.

Saya merasa beruntung di bulan July 2016 yg lalu saya bisa mengikuti sosialisasi amnesti pajak yg dibawakan langsung oleh Dirjen Pajak Bpk. Ken Dwijugiasteadi di gedung Dhanapala.

Banyak teman2 yang tidak mengikuti sosialisasi amnesti pajak dari sumbernya (DJP), secara sukarela belajar secara otodidak tentang amnesti pajak. Baik melalui media sosial elektronik maupun media cetak, tak jarang pula di tingkat oma dan opa (usia 60-an keatas) mereka belajar dari temannya, yang katanya, dengar langsung dari temannya yang ikut dengar pas ada sosialisasi amnesti pajak. ^_^ seru kan tuh kayak maen pesan berantai hehehehe….

Beberapa teman2 itu pun lalu menambahkan komentar-komentar yang menarik seperti :
“Sampe sekarang aja banyak loh konsultan pajak yg masih bingung. Ada 3 konsultan pajak, 3-3nya bisa beda-beda pengertiannya.”
“Jawaban tiap orang pajak di KPP aja bisa beda-beda.”
“Aturannya masih ngga jelas. Kita tunggu aja sampe jelas.”
“Mana mungkin sih negara bisa tau harta kita di luar negri ampe segitunya. Emang gampang minta data di negara orang lain.”
“Yang dilapor itu kalo punya perhiasan milyaran atau rumah atau ruko atau mobil aja kali, masa ampe furniture, elektronik (HP, TV) juga dilaporin TA (Tax Amnesty = Amnesti Pajak).”
“Polis Asuransi Jiwa kan bukan objek pajak jadi ngga usah dilaporin. Itu kan ada di Undang-Undang.”

Kurang lebih itu adalah komentar dari teman2 maupun keluarga yang cukup rajin belajar secara otodidak melalui media2 yang mereka percayai yang kemungkinan besar salah dapat informasi atau gagal paham mengenai Amnesti Pajak ini.

Sewaktu saya mengikuti sosialisasi, Pak Ken bilang dia akan ikut TA dengan mendeklarasikan sepeda. Banyak hadirin yg tertawa termasuk saya. Namun setelah membaca kategori harta, ternyata ada tuh beneran Sepeda di urutan nomor satu pada bagian Alat Transportasi. Baca lagi, ternyata ada loh itu furniture dan peralatan elektronik di kategori harta. Jadi buat yg mau ikutan TA, kalo Anda membaca postingan ini lewat HP atau Laptop atau Layar Komputer, coba cek deh, udah dimasukin belum perangkatnya itu ke SPT 2015. Kalo belom, daftarin TA aja.

Buat teman2 yang bilang aturannya ngga jelas / orang KPP suka kasih jawaban beda-beda / konsultan pajak kasih pengertiannya beda-beda, sudah pasti Anda belum pernah telp ke 1500745 (line Amnesti Pajak). Saya cukup penasaran waktu itu, sehingga ada sehari beberapa kali saya telpon kesana, besok nya telpon lagi, besoknya telpon lagi, dan terbukti, jawaban dari tiap orang yg angkat telpon itu cukup konsisten loh teman-teman. Meskipun yang angkat telpon selalu orang yang berbeda, mereka semua sama-sama tidak asal jawab, mereka selalu berkoordinasi terlebih dahulu sebelum memberikan jawaban atas pertanyaan2 yang saya lontarkan dan jawaban mereka selalu didasarkan dari UU Tax Amnesti dan PMK nya no. 118 (Peraturan Menteri Keuangan).

Dan sebenarnya hari ini saya baru dengar sebutannya dari Direktur Jenderal Perpajakan International Bpk. John Hutagaol di seminar IAI yang menyatakan bahwa UU Amnesti Pajak itu ‘lex specialis’ jadi artinya sifatnya khusus, tidak terikat pada UU KUP maupun UU Penghasilan. Jadi buat teman2 yg masih membedakan harta anda object pajak atau non object pajak, dalam rangka Amnesti Pajak, pertanyaannya hanya satu : “Sudah dilaporkan sebagai harta di SPT 2015 atau belum?” Kalau belum maka atas harta tersebut bisa disertakan dalam program Amnesti Pajak.

Dirjen Pajak sebenarnya sejak melakukan banyak sosialisasi, mereka cukup mengerti apa yang kita khawatirkan dan menjawab cukup banyak pertanyaan2 di sosialisasi tersebut dan mereka berhasil medokumentasikannya dan telah mengeluarkan FAQ (Frequently Ask Questions) buat kita jadikan acuan. Jadi, jika teman-teman malas baca UU dan PMK ttg Amnesti Pajak, saya mohon setidaknya baca FAQ itu dulu, biar ada info sedikit gitu setidaknya. Pertanyaannya cukup mewakili pertanyaan kita-kita. FAQ itu bahkan juga ada updatenya, jadi coba itu FAQ updatenya juga dibaca teman-teman.

Khusus mengenai Asuransi Jiwa dalam rangka Amnesti Pajak, jika anda memiliki produk Unit Link, maka 100% harus dilaporkan nilai investasinya per 31 Desember 2015 (FAQ no.54).

Jika Anda memiliki polis Asuransi Jiwa tradisional (non unit link), maka harus dilihat lagi polis apa yang anda miliki. Jika polis tersebut memiliki Nilai Manfaat Pasti maka polis tersebut termasuk yang harus dilaporkan sebagai harta. (FAQ15082016 No.7)

Biar gampangnya untuk produk tradisional kayak gini nih :

1. Untuk produk Term life, tidak perlu dilaporkan, karena dari premi yg disetor tidak ada yg nantinya akan diinvestasikan baik sebagai unit maupun tabungan.
2. Untuk produk Endowment, perlu dilaporkan, karena dari premi yg disetor ada nilai yang diinvestasikan dimana nilainya akan meningkat setiap tahunnya. Menurut saya nilai pasti dijamin per 31 Desember 2015 itu yg harus ditulis dalam Surat Pernyataan. Nilainya bisa dilihat di dalam polis/proposal yg Anda tandatangani.
3. Untuk produk Whole Life, perlu dilaporkan, dengan alasan yg sama dgn Endowment.Ada bagian dari premi yang menjadi investasi seperti tabungan, nilainya meningkat setiap tahunnya bahkan dijamin nilainya. Nilai Tunai Dijamin per 31 Desember 2015 adalah nilai yang harus dicantumkan menurut saya. Nilai ini bisa diliat di dalam buku polis asuransi tradisional.

Nilai investasi maupun nilai tunai dijamin, nilainya selalu berubah setiap tahunnya. Jadi silahkan buku polisnya diliat lagi kalo pas waktunya pelaporan SPT. Kalo untuk yg unit link, pengalaman saya pribadi, lebih cepat dan ga repot, langsung telp ke customer care perusahaan asuransi jiwa masing2 untuk minta dibacakan nilai investasi per 31 Desember 2015 nya.

Kalo Anda bisa baca tulisan ini, kemungkinan besar Anda juga bisa mengakses link ini http://www.pajak.go.id/amnestipajak

Disitu di bagian paling bawah ada bagian download dimana Anda bisa download segala informasi yg anda butuhkan. Termasuk FAQ.

Sekian dari saya, semoga informasinya berguna buat teman2 pembaca sekalian.

Steviani CPA, CFP®, BKP, QFE.

Advertisements